SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI Q SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 06 Agustus 2012

Dinasti Mughal





BAB I
PENDAHULUAN
Penulis : Rahmad f
A.   Latar Belakang
Dinasti Mughal merupakan salah satu warisan peradaban islam di india. Keberadaan dinasti ini telah menjadi motivasi kebangkitan baru bagi peradaban tua di anak benua india yang nyaris tenggelam. India merupakan suatu wilayah dimana tumbuh dan berkembangnya peradaban hindu. Dengan hadirnya dinasti Mughal, maka kejayaan India dengan peradabannya yang nyaris tenggelam, kembali muncul.

Masyarakat arab sering menyebut India dengan sebutan Sind atau Hind. Sebelum kedatangan Islam, India telah mempunyai hubungan perdagangan dengan masyarakat arab. Setelah islam masuk ke India yang mayoritas beragama hindu,  perlahan-lahan bersentuhan dengan agama islam. India yang sebelumnya berperadaban Hindu, sekarang semakin kaya dengan agama Islam. Setelah islam masuk ke dan berkembang di India maka muncul kerajaan-kerajaan islam di India, salah satu diantaranya adalah kerajaan Mughal. 
Dalam makalah ini penyusun akan mencoba menjelaskan secara ringkas mengenai kerajaan Mughal di India, yang meliputi asal usul, perkembangan dan kejayaan serta faktor-faktor yang mendorong kemajuan dan kemunduran dinasti Mughal.
B.   Rumusan Masalah
Ø Asal- usul Dinasti Mughal.
Ø Raja-raja yang memerintah Dinasti Mughal.
Ø Sistem pemerintahan Dinasti Mughal.
Ø Kemajuan yang dicapai Dinasti Mughal.
Ø Kemunduran dan runtuhnya Dinasti Mughal.
BAB II
PEMBAHASAN
A.   Asal-Usul Dinasti Mughal
Kerajaan mughal merupakan kelanjutan dari kesultanan delhi. Sejak islam masuk ke India pada masa Bani Umayyah, yakni pada masa khalifah al-Walid (705-715) maka peradaban Islam mulai tumbuh dan menyebar di anak benua India.
Dinasti mughal bukanlah kerajaan islam pertama di India, karena sebelun itu ada beberapa dinasti kecil yang menguasai negeri India ini, seperti Dinasti Khalji (1296-1316), Dinasti Tuglag (1320-1412), Dinasti Sayyid (1414-1451), dan Dinasti Lodi (1451-1526). Dalam periodesasi sejarah Islam Dinasti ini dikenal sebagai masa kejayaan kedua setelah sebelumnya mengalami kecermelangan pada masa Dinasti Abbasiyah.
Dinasti Mughal didirikan oleh Zaharuddin Babur, seorang keturunan Timur Lenk. Ayahnya bernama Umar Mirza adalah penguasa Farghana, sedang ibunya keturunan Jenghis Khan.[1]
Babur mewarisi daerah Ferghana dari orang tuanya ketika ia masih berusia 11 tahun. Ia berambisi dan bertekad akan menaklukan Samarkand yang menjadi kota penting di Asia pada masa itu. Pada mulanya ia mengalami kekalahan ttapi karena mendapat bantuan dari Raja Safawi Ismail 1, akhirnya ia berhasil  menaklukan Samarkand tahun 1494 M.
Zaharuddin Babur mengambil alih kekuasaan dari Dinasti Lodi yang dipimpin oleh Ibrahim Lodi yang tengah berkuasa di India. India saat itu tengah dilanda krisis sehingga stabilitas kekuasaan menjadi kacau. Alam Khan paman Ibrahim Lodi besama-sama Daulat Khan meminta bantuan Babur di Afghanistan untuk menjatuhkan pemerintahan Ibrahim Lodi.
Pada tahun 1525 dalam pertempuran di Panipat Babur berhasil memperoleh kemenangan dari tangan Ibahim Lodi.  Babur bersama pasukanya memasuki kota Delhi untuk menegakkan pemerintahan di kota ini. Dengan ditegakkanya pemerintahan Babur, maka berdirilah Dinasti Mughal di India pada tahun 1526 M.[2]
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa faktor berdirinya Dinasti Mughal adalah:
a.     Ambisi dan karakter Babur sebagai pewaris keperkasaan ras mongolia.
b.     Sebagai jawaban atas krisis yang tengah melanda India.

B.   Raja-raja Dinasti Mughal
Zaharuddin Babur adalah raja pertama sekaligus pendiri Dinasti Mughal di India. Masa pemerintahanya digunakan untuk membangun pondasi pemerintahan. Awal pemerintahanya, Babur masih menghadapi banyak pihak-pihak musuh, diantaranya orang-orang India yang tidak menyukai berdirinya Dinasti Mughal. Dinasti Lodi yang dipimpin Muhammad Lodi juga berusaha bangkit dan menentang pemerintahan Babur, namun semua itu dapat diatasinya.
 Sepeninggal Babur Dinasti Mughal diteruskan putranya yang bernama Humayun (1530-1556) M[3]. pada masa pemerintahan Humayun, ia juga masih menghadapi banyak pemberontakan. Ia berhasil mengalahkan Bahadur Syah yang berusaha melepaskan diri. Pada tahun 1450 terjadi kudeta yang dilakukan oleh Syar Khan dalam pertempuran di Qonuj. Ia melarikan diri ke Persia, setelah menyusun kekuatan selama 15 tahun ia berhasil merebut kembali tahta kerajaa.
Setelah Humayun wafat pada tahun 1556 ia digantikan oleh putranya Akbar. Ketika naik tahta ia baru berusia 14 tahun, sehingga seluruh urusan pemerintahan diserahkan kepada kepada Bairan Khan.
Pada awal pemerintahanya Akbar menghadapi pemberontakan sisa keturunan Sher Khan. pemberontakan yang paling besar adalah pemberontakan Himu yang menguasai Gwalior dan Agra. Bairam khan menyambut kedatangan pasukan tersebut sehingga terjadilah pertempuran dahsyat yaang disebut panipai II. Setelah Akbar dewasa ia  berusaha menyingkirkan Bairan Khan yang sudah mempunyai pengaruh besar, Bairan Khan memberontak namun dapat di kalahkas Akbar tahun 1561 M.
Kerajaan mughal mencapai puncak kejayaan pada masa kepemimpinan Akbar, generasi sesudah Akbar yaitu Janaghir, Syah Jahan, Aurangzeb masih dapat mempertahankan kejayaan tersebut. namun Raja-raja pengganti Aurangzeb merupakan penguasa yang lemah sehingga tidak dapat mengatasi kemerosotan politik dalam negeri.[4]
Selama masa pemerintahan Dinasti Mughal dipimpin oleh beberapa orang raja. Raja-raja yang pernah memerintah adalah Zaharuddin Babur (1526-1530), Humayun (1530-1556), Akbar (1556-1605), Jahangir (1605-1627), Syah Jahan (1627-1658), Aurangzeb (1658-1707), Bahadur Syah (1707-1712), Jehandar (1712-1713), Fahrukhsiyar (1713-1719), Muhammad Syah (1719-1748), Ahmad Syah (1748-1754), Alamghir II (1754-1760), Syah Alam (1760-1806), Akbar II (1806-1837), Bahadur Syah (1837-1858).
C.   Sistem Pemerintahan Dinasti Mughal
Sistem pemerintahan pada masa Akbar adalah bersifat militeristik dimana pesat pemerintahan dipegang oleh raja, pemerintah daerah dipegang oleh sipah salar (kepala komandan), sedangkan sub distrik dipimpin oleh faudjar (komandan). Jabatan-jabatan sipil juga memakai jenjang militer yang mewajibkan para pejabatnya untuk mengikuti latihan militer.[5]
Kebijakan politik yang dipakai Akbar adalah sulh-e-kul yaitu toleransi unuversal yang memandang semua rakyat derajatnya sama tanpa membedakan perbedaan agama, ras, suku maupun etnis. Akbar juga membentuk mansaddharis yaitu lembaga pelayanan umum yang berkewajiban menyiapkan segala urusan kerajaan. Anggota-anggota lembaga ini terdiri dari berbagai etnis yang ada, yakni Turki, Afghan, Persia dan Hindu.
Dalam bidang Agama Akbarmembentuk Din Ilahi yaitu menjadikan semua agama di India menjadi satu yang bertujuan untuk kepentingan stabilitas politik. Usaha Akbar untuk merealisasikan ajaran ini adalah dengan mengawini wanita-wanita Hindu, berkhutbah dengan menggunakan syimbol Hindu, melarang menulis dengan huruf Arab, tidak mewajibkan khitan, dan melarang menyembelih maupun memakan daging sapi.
Pada masa pemerintahan Aurangzeb banyak perbedaan pada kebijakan-kebijakan yang telah dirintis oleh raja-raja sebelumnya, terutama menyangkut hubungan dengan orang-orang Hindu. Aurangzeb adalah penguasa Mughal pertama yang melarang minuman keras, perjudian, prostitusi dan narkotika. Dia juga melarang wanita untuk stidaho, yaitu pembakaran diri seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Aurangzeb juga melarang pertunjukan musik di Istana, membebani non muslim dengan pajak untuk memperoleh hak memilih, menyuruh perusakan kuil-kuil Hindu dan mempelopori kondifikasi Hukum yang dikenal dengan fatawa-i-Alamghiri.
Dengan kebijakan yang dibuat Aurangzeb maka banyak menimbulkan pemberontakan-pemberontakan, terutama dari orang-orang Hindu. Namun karena posisi Aurangzeb sangat kuat maka pemberontakan-pemberontakan dapat dipadamkan. Meskipun demikian semagat orang-orang Hindu tetap membara.

D.   Kemajuan yang Dicapai Dinasti Mughal
Bidang Politik dan Administrasi Pemerintahan
a)     Perluasan wilayah dan konsolidasi pemerintahan. Usaha ini hingga masa pemerintahan Aurangzeb.
b)    Pada masa Akbar terbentuk landasan institusional dan geografis bagi kekuatan imperiumnya yang dijalankan oleh elite militer dan politik yang pada umumnya terdiri dari pembesar-pembesar Afghan, Iran, Turki, dan Muslim asli India.
c)     Akbar menerapkan politik unuversal. Dengan politik ini semua rakyat India dipandang sama.
d)    Wilayah imperium dibagi menjadi sejumlah propinsi, guna untuk memudahkan pengumpulan pajak.
Bidang Ekonomi
a)     Terbentuknya sistem pemberian pinjaman bagi usaha pertanian.
b)    Adanya sistem pemerintahan lokal yang digunakan untuk mengumpulkan hasil pertanian dan melindungi petani.
c)     Perdagangan dan pengolahan isdustri pertanian mulai berkembang. Pada masa Akbar konsesi perdagangan diberikan kepada The British East Company (EIC) perusahaan Inggris.
Bidang Agama
a)     Pada masa Akbar, ia membentuk konsep Din-i-Ilahi. Namun dalam prakteknya bukanlah sebuah ajaran tentang Agama Islam tetapi adalah sebuah usaha Akbar untuk mempersatukan umat-umat beragama di India. Sehingga Akbar mendapat kritik dari berbagai lapisan umat Islam.
b)    Perbedaan kasta di India membawa keuntungan terhadap pengembangan Islam, orang-orang India berbondong-bondong masuk Islam, terutama dari kasta rendah yang merasa disia-siakan oleh golongan atas.
c)     Sebelum dinasti Mughal, muslim India adalah penganut sunny fanatik. Tetapi penguasa Mughal memberi tempat bagi Syi’ah untuk memgembangkan pengaruhnya.
d)    Pada masa Aurangzeb disusun sebuah risalah hukum Islam atau upaya kondifikasi hukum islam yang diberi nama fattawa alamgiri. Ajaran ini dimaksudkan untuk meluruskan syari’at Islam yang nyaris kacau akibat politik sulakhul Din-i-Ilahi.
Bidang Seni dan Budaya
a)     Munculnya beberapa karya sastra tinggi seperti padmavat yang mengandung pesan kebajikan manusia .
b)    Taj mahal di agra merupakan puncak arsitektur dimasanya, istana Fatpur sikri dan masjid raya Delhi di Lahore adalah beberapa contoh dari bidang arsitektur, dan masih banyak lagi yang lainya.
c)     Taman-taman kreasi Mughal menonjolkan gaya campuran yang harmonis antara asia tengah, persia, Timut tengah, dan lokal.
Sebab-sebab kemajuan Dinasti Mughal.
Ø Dinasti Mughal memiliki pemerintahan dan raja yang kuat.
Ø Hingga masa pemerintahan Aurangzeb rakyat cukup puas dan sejahtera dengan pola kepemimpinan raja dan program kesejahteraan.
Ø Prajurit Mughal dikenal sebagai prajurit yang tangguh dan memiliki patriotisme yang tinggi.
Ø Sultan yang memerintah sangat mencintai ilmu pengetahuan.
E.   Kemunduran dan Keruntuhan Dinasti Mughal
Tanda-tanda kemunduran sudah terlihat dari indikator sebagai berikut:
a.     Internal:  Tampilnya sejumlah penguasa lemah, terjadinya perebutan kekuasaan, dan lemahnya kontrol pemerintah pusat.
b.     Eksternal: terjadinya pemberontakan dimana-mana dan invasi inggris melalui EIC.
Dominasi Inggris  diduga merupakan pendorong kehancuran Dinasti Mughal. Pada waktu itu EIC mengalami kerugian. Untuk menutupi kerugia dab kebutuhan kerajaan EIC mengadakan pungutan yang tinggi dan secara kasar. Sehinnga banyak rakyat Islam mauoun Hindu mengadakan pemberontakan[6]
Mereka meminta Bahadur Syah untuk enjadi lambang perlawanan, sehingga terjadilah perlawanan rakyat India terhadap Inggris tahun 1857. Namun perlawanan mereka dapat dipatahkan dengan mudah oleh Inggris. Kemudian Inggris menjatuhkan hukuman yang kejam terhadap pemberontak. Mereka diusir dari delhi, dan Bahadur Syah, raja terakhir Mughal diusir dari istana pada tahun 1858. Dengan demikian berakhirlah Dinasti Mughal di India.
Beberapa faktor yang menyebabkan Dinasti Mughal mengalami kemunduran dan membawa ehancuran:
a)     Terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan militer sehingga oprasi militer Inggris diwilayah-wilayah pantai tidak dapat dipantau oleh maritim Mughal.
b)    Kemerosotan moral dan hidup mewah dikalangan elite politik, yang mengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang negara
c)     Pendekatan Aurangzeb yang kuranag ramah terhadap kebijakan agama, sehingga konflik antar agama sukar diatasi oleh raja-raja sesudahnya.
d)    Semua pewaris tahta kerajaan pada paro terakir adalah orang-orang yang lemah dalam hal kepemiminan.
BAB III
PENUTUP
Dalam setiap kebudayaan memiliki empat tahapan yaitu: lahir, tumbuh, runtuh dan silam. Dinasti Mughal telah melewati konsepsi itu. Namun kerajaan mughal tidak munkin lepas dari sejarah Islam dan India. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa:
a)     Islam telah mewariskan dan memberi pengayaan terhadap khazanah kebudayaan India.
b)    Dengan hadirnya Dinasti Mughal, maka kejayaan India dengan peradaban Hindunya yang nyaris tenggelam kembali muncul.
c)     Kejayaan yang dicapai Dinasti Mughal telah memberi inspirasi bagi perkembangan peradaban dunia.
d)    Dinasti Mughal telah berhasil membentuk kosmopolitan Islam-India daripada membentuk kulture muslim secara eklusif.
e)     Kemunduran suatu peradaban tidak lepas dari lemahnya kontrol elite penguasa, dukungan rakyat dan kuatnya sistem keamanan. Karena itu masuknya kekuatan asing dengan bentuk apapun perlu diwaspadai.


DAFTAR PUSTAKA


[1] Prof. K. Ali, Sejarah Islam (Tarikh Pra modern), (Jakarta; PT Raja Grafindo Persada). Hlm. 529
[2] Ahmad Choirul Rofiq, M. Fil. I, Sejarah Peradaban Islam (Dari Masa Klasik Hingga Modern), 
Yogyakarta; Nadi Offset
[3] Prof. K. Ali, Sejarah Islam (Tarikh Pra modern), (Jakarta; PT Raja Grafindo Persada).
[4] Ahmad Choirul Rofiq, M. Fil. I, Sejarah Peradaban Islam (Dari Masa Klasik Hingga Modern), 
Yogyakarta; Nadi Offset

[5] Prof. K. Ali, Sejarah Islam (Tarikh Pra modern), (Jakarta; PT Raja Grafindo Persada)
[6] Ibid hlm 542

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar